Pagi ini ku awali dengan rasa sakit di
punggung ku . Ya , mungkin karena
terlalu berat beban yang ku panggul
di pundak ku ini. Cepat cepat ku
hiraukan rasa sakit itu dan melakukan
semua pekerjaan rumah .
Tepat pukul 7 aku berlari di koridor
sekolah menuju kelas ku kelas dimana
ku gantungkan semua harapan dan
cita cita ku menjadi seorang
pengusaha sukses seperti ayah. Ya…
seperti ayah . Ayah ku seorang
pengusaha yang sukses, ia
mempunyai gallery lukisan yang besar.
Setiap pulang sekolah aku membantu
ayah menata lukisan yang indah. Tapi
itu tinggal kenangan
semata . Gallery Ayah terbakar saat
Ayah
berada disana. Hatiku hancur melihat
kejadian mengerikan itu. Tubuh Ayah
yang selalu memeluk-ku kini hancur
terbakar panas nya api . Kejadian itu
telah merubah hidup kami . Aku harus
pindah ke sekolah anak anak miskin ,
dan Ibu … Ibu terguncang jiwanya.
Beberapa bulan kemudian ku dapati
ibu telah mengiris urat nadi nya .
Untuk kedua kalinya aku kehilangan
orang yang berharga di hidupku . Ibu
mungkin tidak memikirkan bagaimana
nasib kami sebagai anak anak nya
yang masih sangat kecil. Tapi aku juga
tidak bisa terus bersedih . Kini aku dan
adik harus menumpang di rumah bibi.
Bibi sangat baik mau menampung kita
berdua . Tapi aku juga harus
membantu perekonomian bibi yang
hanya penjual kue kecil. Aku tidak tega
melihat bibi menanggung semua
biaya hidup kami . Yang harus ku
lakukan adalah bagaimana aku dapat
menghidupi adik -ku Jhonatan,
satu satu nya orang yang ku miliki di
dunia ini. —
Kini aku sudah berada di kelas ku . Ms .
Anna memasuki kelas dengan
menbawa seorang pria seumuran
dengan ku. Ternyata ia murid baru di
sekolah kami dan aku terkejut saat Ms .
Anna mengatakan “David,
kau bisa duduk di sebelah Angel.
Angel, kau tak keberatan kan ?”
dengan spontan aku menjawab “tidak
Miss . Tidak sama sekali ” ya, aku
sangat senang memiliki teman baru ,
apalagi ia kini duduk di sebelah ku. Ku
harap ia anak yang menyenangkan. —
Bel pulang berbunyi, dan aku
bergegas menuju pintu gerbang
untuk segera pergi ke pasar dan
menawarkan jasa untuk membawakan
belanjaan mereka. Dan ku dengar
seseorang memanggil namaku.
Ternyata itu David. Ku dapati ia
sedang menuntun sepeda nya
menuju ke arah ku . “ hei kau mau
kemana ? Kenapa sangat terburu
buru ? Maukah kau ku traktir es krim di
taman sana ?” dengan mata nya yang
biru , ia menatap ku penuh harap. Aku
pun menganggukan kepalaku. —
Kini aku dan David telah berada di
taman , disana kami bercanda. Sejenak
aku bisa melupakan semua kesedihan
yang selama ini hadir di hidupku.
Kepada David aku menceritakan
semua nya . David sangat terkejut
mendengar semua cerita ku , ia
mengatakan aku gadis yang sangat
kuat . Dan saat aku menangis, david
memeluk- ku. Setelah kepergiaan
Ayah , aku sangat merindukan pelukan
seorang pria yang bisa melindungi-ku .
Kini ku dapatkan itu semua dari David.
—
Saat aku sampai di rumah Bibi, Bibi
menangis dan langsung memeluk ku.
Aku bertanya ada apa ini , dan bibi
terus saja menangis. Aku berlari
memasuki kamar dan mencari
Jhonantan kecil ku. Dan ku dapati ia
telah terbujur kaku sedang di doakan
dan siap untuk di makam kan . Air
mataku terus mengalir dengan deras
ku teriakan nama nya tapi ia tetap
terdiam . Bibi datang menenangkan-
ku , tapi tetap saja aku terus berteriak
memanggil nama Jhonatan . Saat
pemakaman pun, aku tak bisa
berhenti menangis . Aku telah
kehilangan semua orang yang sangat
ku cintai di hidupku. Ayah, Ibu , dan
kini Jhonatan pun pergi . Menurut Bibi,
Jhonatan sakit panas , dalam
perjalanan ke Dokter ia
menghembuskan nafas nya . —
Hari hari ku jalani berdua dengan
David, bersamanya aku bisa
melupakan semua kesedihan di hidup
ku . David selalu memeluk ku disaat
aku butuh seseorang yang mengerti
perasaan ku. Ya… 2 tahun telah kita
bersama . David, malaikat kecil yang
dikirimkan Tuhan untuk menjadi
pelindung ku selama ini. —
Kini… mimpi buruk itu datang . Aku
mendengar ada kejadian kecelakaan
beruntun yang menimpa sebuah
sebuah mobil yang berisi satu
keluarga . Aku sangat terkejut, lalu ku
datangi tempat kecelakaan itu . Dan
kau tahu? Salah satu korban
meninggal adalah David. Ia meninggal
bersama Ayah dan Ibunya di dalam
mobil mereka yang hancur . Saat
tubuh David dikeluarkan , aku masih
bisa mengenalinya . Rambut nya yang
coklat keemasan, kini telah dipenuhi
darah . Mata biru nya yang selalu
menatapku lembut , kini tertutup
untuk selamanya . Ya … aku belum
sempat membalas semua kebaikan
hatinya salama ini. Dan yang
membuat hatiku hancur aku belum
sempat mengatakan aku sangat
mencintai nya . Ia segala nya bagiku .
Kini aku telah kehilangan segalanya .
Untuk apa aku hidup, David yang
selama ini memberikan ku semangat
untuk tetap hidup, kini telah pergi
untuk selamanya . Aku berlari menuju
rumah Bibi, mengambil sebuah pisau
dan ku sembunyikan di dalam baju ku.
Aku terus berlari menuju sebuah
danau kecil di dekat taman , dimana
aku dan David menghabiskan waktu
kita bersama. Ku pegang pisau itu ,
dan ku tusuk - kan tepat di jantung ku.
Rasa sakit mengalir di seluruh tubuh
ku , semua menjadi gelap . Dan hanya
satu harapan ku, aku dapat bertemu
Ayah , Ibu , Jhonatan dan David di
Surga nanti .
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar