Sabtu, 09 Juni 2012

Cerita indah sang hawa

Bukan niat dan keinginanku bila aku harus terlahir seperti ini. seperti kata ibuku manusia itu terlahir tak ada yang sempurna termasuk diriku, ya aku memang tak sempurna mata ku buta tak dapat melihat. sejak umur tiga tahun aku mulai berteman dengan kegelapan, entah apa pangkal dan sebab semua menjadi hitam dalam pandangan aku tak ingin lagi mengingat. semakin aku mengingat hati ku perih bagaikan tersayat sembilu, jiwaku berontak mengucapkan lafaz " kenapa harus aku ya allah yang mengalami ini " bersimbahlah air mata ku, hingga sampai pagi menjelang tak pernah puas air mata bercucur tanpa henti.

Jangan kau tanya bagaimana rupa ayah dan ibuku, indahnya bumi ini pun aku tak tahu bagaimana bentuknya. yang aku tahu hanyalah suara-suara merdu ketika ayahku menjadi imam di setiap shalat maghribnya, suara-suara tawa riuh kedua saudaraku tercinta, dan suara parau ibuku yang selalu menceritakan tentang kisah-kisah yang terjadi diatas bumi ini. aku tahu betul sebelum ia bercerita ibuku menangis sambil menatapku, dan berubahlah suaranya yang lembut menjadi tercekat menahan isak yang amat sangat. aku hanya mendengar tapi jauh di lubuk fikiran ku hatiku selalu bertanya " oh ibu apakah kau malu mempunyai seorang anak yang tak dapat melihat seperti ku ini..apakah aku menjadi bebanmu dalam setiap perjalanan hidupmu..? bila iya katakanlah padaku agar hatiku lapang tak ada lagi yang aku tunggu di dunia yang gulita ini ibu selain ajal menjemputku.."

Tahu..apa yang paling aku tunggu pada setiap cerita-cerita ibuku..? ya cerita tentang dua insan yang sedang di mabuk asmara, cerita tentang dua insan yang sedang memadu cinta saling mengasihi dan menyayangi. pernah satu kali ibuku bercerita tentang ini, tapi tak pernah usai. di pertengahan suaranya mulai terbata-bata dan memudar menahan tangis yang amat menyiksa, bila sudah seperti itu kami berdua tahu apa pertanyaanya. adakah cinta untuk gadis buta seperti ku ini..? adakah laki-laki yang terpaut dengan gadis cacat seperti ku ini..? dan akupun tersenyum diantara isak tangis ibuku. aku meraba wajahnya, menyentuh pipi nya yang halus dan mengusap air matanya yang mengalir tiada henti, dan aku berkata

" AKU PASRAHKAN HIDUP DAN MATIKU PADA ALLAH IBU. TAK PERNAH AKU MINTA BERLEBIHAN KEPADANYA, APA LAGI MEMINTA SEBUAH CINTA YANG BUKAN TUK MENJADI HAK KU. AKU MEMANG TAK BISA MELIHAT TAPI ALLAH TIDAK BUTA DIA MAHA MELIHAT. TIDUR DI PELUKANMU, ITU SUDAH MEMBUAT KU CUKUP IBU BETAPA CINTA DAPAT AKU RASAKAN, CINTAMU KEPADA DIRIKU IBU. BAHKAN SEJENGKAL JARAKPUN KAU TAK PERNAH JAUH PADA DIRIKU. JANGAN TINGGAL KAN AKU IBU..BERJANJILAH KELAK DI SURGA ALLAH KITA HARUS BERJUMPA DAN BERSAMA LAGI IBU..BERJANJILAH.. "

Dan diantara gelap dan terang mengalirlah air mata yang penuh arti dan makna. pelan ibuku berkata diantara isaknya..

" YA ALLAH PERTEMUKANLAH KELAK KAMI DI SURGAMU YA ALLAH..!"

Tidak ada komentar: