Bukan niat dan keinginanku bila aku
harus terlahir seperti ini. seperti kata ibuku manusia itu terlahir tak
ada yang sempurna termasuk diriku, ya aku memang tak sempurna mata ku
buta tak dapat melihat. sejak umur tiga tahun aku mulai berteman dengan
kegelapan, entah apa pangkal dan sebab semua menjadi hitam dalam
pandangan aku tak ingin lagi mengingat.
semakin aku mengingat hati ku perih bagaikan tersayat sembilu, jiwaku
berontak mengucapkan lafaz " kenapa harus aku ya allah yang mengalami
ini " bersimbahlah air mata ku, hingga sampai pagi menjelang tak pernah
puas air mata bercucur tanpa henti.
Jangan kau tanya bagaimana
rupa ayah dan ibuku, indahnya bumi ini pun aku tak tahu bagaimana
bentuknya. yang aku tahu hanyalah suara-suara merdu ketika ayahku
menjadi imam di setiap shalat maghribnya, suara-suara tawa riuh kedua
saudaraku tercinta, dan suara parau ibuku yang selalu menceritakan
tentang kisah-kisah yang terjadi diatas bumi ini. aku tahu betul sebelum
ia bercerita ibuku menangis sambil menatapku, dan berubahlah suaranya
yang lembut menjadi tercekat menahan isak yang amat sangat. aku hanya
mendengar tapi jauh di lubuk fikiran ku hatiku selalu bertanya " oh ibu
apakah kau malu mempunyai seorang anak yang tak dapat melihat seperti ku
ini..apakah aku menjadi bebanmu dalam setiap perjalanan hidupmu..? bila
iya katakanlah padaku agar hatiku lapang tak ada lagi yang aku tunggu
di dunia yang gulita ini ibu selain ajal menjemputku.."
Tahu..apa yang paling aku tunggu pada setiap cerita-cerita ibuku..? ya
cerita tentang dua insan yang sedang di mabuk asmara, cerita tentang dua
insan yang sedang memadu cinta saling mengasihi dan menyayangi. pernah
satu kali ibuku bercerita tentang ini, tapi tak pernah usai. di
pertengahan suaranya mulai terbata-bata dan memudar menahan tangis yang
amat menyiksa, bila sudah seperti itu kami berdua tahu apa pertanyaanya.
adakah cinta untuk gadis buta seperti ku ini..? adakah laki-laki yang
terpaut dengan gadis cacat seperti ku ini..? dan akupun tersenyum
diantara isak tangis ibuku. aku meraba wajahnya, menyentuh pipi nya yang
halus dan mengusap air matanya yang mengalir tiada henti, dan aku
berkata
" AKU PASRAHKAN HIDUP DAN MATIKU PADA ALLAH IBU. TAK
PERNAH AKU MINTA BERLEBIHAN KEPADANYA, APA LAGI MEMINTA SEBUAH CINTA
YANG BUKAN TUK MENJADI HAK KU. AKU MEMANG TAK BISA MELIHAT TAPI ALLAH
TIDAK BUTA DIA MAHA MELIHAT. TIDUR DI PELUKANMU, ITU SUDAH MEMBUAT KU
CUKUP IBU BETAPA CINTA DAPAT AKU RASAKAN, CINTAMU KEPADA DIRIKU IBU.
BAHKAN SEJENGKAL JARAKPUN KAU TAK PERNAH JAUH PADA DIRIKU. JANGAN
TINGGAL KAN AKU IBU..BERJANJILAH KELAK DI SURGA ALLAH KITA HARUS
BERJUMPA DAN BERSAMA LAGI IBU..BERJANJILAH.. "
Dan diantara gelap dan terang mengalirlah air mata yang penuh arti dan makna. pelan ibuku berkata diantara isaknya..
" YA ALLAH PERTEMUKANLAH KELAK KAMI DI SURGAMU YA ALLAH..!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar