Rabu, 06 Juni 2012

Berawal dari Mimpi

Seperti remaja biasanya yang sedang mengahadapi masa pubertas. Ya aku adalah seorang siswa SMP yang sedang menikmati masamasa indah di SMP. Begitu banyak keindahan yang aku temui di masa ini. Temanteman yang baik dan selalu care terhadapku juga seseorang yang sedang aku kagumi saat ini. Dia adalah sesosok mahluk yang sangat sempurna dimataku. Dia tampan, senyumannya pun sangat mempesona. Ya dia adalah teman sekelasku di SMP, namanya Kelvin. Entah mengapa aku sangat mengagumi dia, ya walaupun bukan hanya aku saja yang mengaguminya tapi hampir semua perempuan disekolahku menyukainya. Bagaimana tidak, dia tampan. Kaum hawa mana yang tidak luluh dengan senyuman maut yang selalu merebah jika tersenyum. Selain dia tampan, dia juga baik nan ramah, dia mempunyai attitude yang sopan, dia juga cerdas. Kebetulan aku duduk tepat dibelakang Kelvin. Jadi tak jarang jika aku sering memperhatikannya tanpa sepengetahuan dia. Memang aku dan dia tidak dekat. Aku ingin sekali mendekatinya tapi gengsi yang terlalu berlebihan yang mengahalangi niatku untuk mendekatinya. Sebuah keajaiban sekali saat pertam kali ku dapati dia sedang tersenyum padaku. Yatuhan senyumnya begitu menusuk jantungku hingga aku tidak dapat berbuat apaapa selain diam karena terpanah dengan senyuman maut itu. Sialnya aku benarbenar terhipnotis dengan senyuman itu sampaisampai aku tak dapat tidur malam ini. Haaahh, rasanya aku ingin selalu melihat senyuman itu setiap saat. Dan well malam ini aku berharap dapat memimpikannya. Woaaahh astaga tak dapat aku percaya. Keinginanku terwujud. Kelvin pun memghampiriku dialam mimpi tadi malam. Sungguh mimpi yang benarbenar indah bagiku. Hari ini hari yang indah untukku yang tadi malam baru saja memimpikan seorang pangeran impianku. Sampai disekolah pun aku masih teringat tentang mimpi itu, sambil membayangkan Kelvin aku sampai tersenyumsenyum sendiri dikelas layaknya orang gila. Sampai saat seseorang menyapaku hingga akhirnya membuyarkan semua khayalanku. Betapa terkejutnya aku melihat seseorang didepan yang menyapaku itu adalah Kelvin. Woah apakah ini hanya mimpi? Apakah aku terlalu banyak berkhayal tadi? Aku coba mencubit pipiku agar aku tau yang sebenarnya ini mimpi ataukah nyata? Berkalikali aku cubiti pipiku. Sakit memang. Dan aku baru tersadar bahwa ini bukan mimpi, ini kenyataan. Kelvin memang sedang berada didepanku saat ini. "hey kenapa dicubit gitu pipinya?" tanya Kelvin yang keheranan melihat tingkah bodohku barusan. "ah ya tidak aku hanya menyadarkan diri dari lamunanku. Mengapa kau berada disini?" tanyaku lagi mencoba untuk tidak menunjukkan kekagumanku ini padanya. "ehm, pagipagi sudah melamun. Tidak, aku hanya ingin berteman denganmu. Bolehkan?" "hmm, ya tentu saja" Aku heran, mengapa tibatiba dia mendekati ku seperti ini? Sudahlah aku tidak ingin terlalu ke geeran pada dia. Mungkin saja memang ia benarbenar ingin berteman denganku. Harihari yang berjalan sekarang ini lebih mngesankan bagiku karena sekarang tak jarang Kelvin menemaniku, bahkan sekarangpun Kelvin duduk bersebelahan denganku. Kini aku dan dia pun semakin dekat. Dan tak dapat aku pungkiri juga jika rasaku terhadap dia semakin nyata. Aku menyayanginya. Aku berharap Kelvin dapat merasakan ini. Aku dan Kelvin kini berteman dekat tak jarang ia menceritakan segala sesuatunya kepadaku. Begitupun sebaliknya. Sebulan berlalu saat ku benarbenar berharap ia mengatakan padaku "aku menyayangimu, aku mencintaimu" dan memintaku untuk menjadi kekasihnya "maukah kamu menjadi kekasihku?" damn! Itu hanya impianku. Ya memang aku berharap itu dapat menjadi kenyataan. Tapi yang aku tau, itu tidak akan pernah terjadi. Tapi lagilagi sebuah keajaiban datang padaku. Dia mengatakan hal itu. Hal yang aku inginkan. Mungkinkah ini hanya mimpi indah bagiku? Tapi ternyata tidak. Ini semua nyata. Sekarang dia benarbenar menjadi milikku seutuhnya. Tak dapat ku sangka, yang tadinya itu hanya mimpi sekarang berubah menjadi kenyataan. Memang suatu hal itu berawal dari mimpi. Seperti lagu bondan "hidup berawal dari mimpi" ha memang hanya lagu itu yang aku tau sangat pas untukku yang merasakan hal seperti sekarang ini. Kuharap semua mimpi yang kudapatkan sekarang ini tidak lagi menjadi angan angan kosong dalam hidupku.

Tidak ada komentar: