MENINGGAL KETIKA SEDANG BERDOA:
Kisah Nyata Husnul Khatimah
Siapa di antara kita yang tidak ingin mendapatkan karunia husnul khatimah? Siapa di antara kita yang tidak mengharapkannya? Dikisahkan bahwa seorang laki-laki yang berasal
dari
Kisah Nyata Husnul Khatimah
Siapa di antara kita yang tidak ingin mendapatkan karunia husnul khatimah? Siapa di antara kita yang tidak mengharapkannya? Dikisahkan bahwa seorang laki-laki yang berasal
dari
Libanon dalam usianya yang ke-73 tahun berdoa mendapatkan karunia
husnul khatimah, sebagaimana yang diceritakan oleh salah seorang
anaknya. Ketika masih hidup, dia selalu ingin melaksanakan ibadah haji,
sekalipun usianya sudah sangat tua dan tulangnya sudah rapuh. Di tahun
terakhir dia melaksanakan ibadah haji, dia berdoa “Ya Allah, kuatkanlah
hamba untuk pergi haji, tidak seperti pada tahun-tahun yang lalu.” Dia
selalu mengulang-ulang, “Baikkanlah akhir hidupku, dan berilah
kesempatan kepadaku untuk melaksanakan ibadah haji bersama saudaraku
sesama kaum muslimin.”
Dia selalu meminta untuk didoakan dalam keadaan baik. Ketika masa haji sudah dekat, laki-laki itu itu mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya tidak seperti hari-hari sebelumnya. Dia selalu mengulang-ulang perkataan ini, “Mungkin aku tidak akan bisa melihat kalian lagi!”
Ketika orang tua itu berada di bukit Arafah, dia duduk di kursinya menghadap kiblat seraya mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberi karunia husnul khatimah, kemenangan bagi kaum muslimin, dikokohkan persatuan mereka.
Sang Anak yang sedang menemani ayahnya itu berkata, “Bapakku duduk di atas kursinya ketika berdoa kepada Allah SWT. Kemudian pada jam 18.20 sore hari, aku mendekatinya untuk aku bawa ke bus yang telah dipersiapkan untuk mengangkut jamaah haji ke Muzdalifah. Ternyata dia sudah wafat dalam keadaan seperti itu, di tengah padang Arafah yang berlimpah rahmat dan ampunan. Allah SWT telah mengabulkan doanya dan menutup usianya dengan penutupan yang baik dan penuh kebahagiaan Insya Allah.” Selamat atas diraihnya karunia husnul khatimah.
(Dikutip dari buku "KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH; KISAH-KISAH YATA HUSNUL KHATIMAH DAN SU'UL KHATIMAH)
Xie
Dia selalu meminta untuk didoakan dalam keadaan baik. Ketika masa haji sudah dekat, laki-laki itu itu mengucapkan selamat tinggal kepada keluarganya tidak seperti hari-hari sebelumnya. Dia selalu mengulang-ulang perkataan ini, “Mungkin aku tidak akan bisa melihat kalian lagi!”
Ketika orang tua itu berada di bukit Arafah, dia duduk di kursinya menghadap kiblat seraya mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberi karunia husnul khatimah, kemenangan bagi kaum muslimin, dikokohkan persatuan mereka.
Sang Anak yang sedang menemani ayahnya itu berkata, “Bapakku duduk di atas kursinya ketika berdoa kepada Allah SWT. Kemudian pada jam 18.20 sore hari, aku mendekatinya untuk aku bawa ke bus yang telah dipersiapkan untuk mengangkut jamaah haji ke Muzdalifah. Ternyata dia sudah wafat dalam keadaan seperti itu, di tengah padang Arafah yang berlimpah rahmat dan ampunan. Allah SWT telah mengabulkan doanya dan menutup usianya dengan penutupan yang baik dan penuh kebahagiaan Insya Allah.” Selamat atas diraihnya karunia husnul khatimah.
(Dikutip dari buku "KESAKSIAN PEMANDI JENAZAH; KISAH-KISAH YATA HUSNUL KHATIMAH DAN SU'UL KHATIMAH)
Xie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar